Rinduri


Kau bilang rindu tak perlu ditulis di atas kertas, papirus, dedaunan kering, bebatuan, ataupun beranda media sosial
Sehingga orang-orang akan membaca sajak-sajak kerinduan yang tak sampai temu
“Biarlah rindu itu menjelma angin yang mengambang dan terbang di awang-awang tanpa tampak di mata orang-orang. “
Namun kau tahu, Jemari ini menggigil
menahan untuk tidak memparafrase rindu yang kian menduri.
Dan kau melakukan hal yang sama
Menyimpan rindu hanya hati yang tahu
Hingga tubuhmu panas oleh malarindu
Lalu kau masih bilang bahwa kau baik-bak saja
“Ini hanya persoalan jarak dan waktu. Esok kita akan kembali bersua.”
Dan ketika waktu mempertemukan kita, masing-masing di antara kita tak tahu
Rindu ini hendak diluapkan atau dilupakan saja

Komentar

Postingan Populer