Jujurkah Kita pada Diri Sendiri?
Sudah seberapa sering kita melakukan sesuatu dengan setengah hati? Sudah seberapa sering kita melakukan sesuatu dengan terpaksa? Sudah berapa lama kita merasa tersiksa dengan apa yang kita lakukan? Mengapa semua itu bisa terjadi?
Kita seringkali berbohong hanya untuk menyenangkan orang lain. Kita melakukan sesuatu hal karena menuruti kemauan orang lain. Kita mengerjakan sesuatu dengan setengah hati. Kita begitu sering mengorbankan nurani sendiri hanya agar kita sama dengan orang lain. Padahal barangkali kita sudah bosan mendengar orasi, kata-kata mutiara, nasehat, atau ungkapan lain yang mengatakan bahwa perbedaan adalah pelangi.
Akhirnya kita mengabaikan kebahagiaan kita. Kita takut untuk sekedar jujur pada diri sendiri. Apa sebenarnya yang kita inginkan. Apa sebenarnya tujuan kita. Kita takut orang lain tidak bisa menerima kejujuran kita pada nurani sendiri. Tapi kalaupun kamu tetap mengikuti apa yang mereka mau atasmu, apa pengaruhnya bagi kamu dan bagi mereka? Apakah kamu bahagia? Sungguh bahagia? Itu hanya nurani yang tahu. Dan ketika kamu berusaha untuk mengikuti apa kata hatimu, apakah mereka rugi? Bukankah kita berhak bahagia? Bukankah kita berhak melakukan sesuatu yang kita senangi selama itu tidak merugikan diri sendiri dan orang lain? Asalkan sesuatu yang kita senangi itu bukanlah suatu dosa.
Komentar
Posting Komentar